Image default
Bisnis

Mengenal Apa Itu Perusahaan Ekstraktif

Perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang mengandalkan bahan baku berasal dari alam secara langsung. Perusahaan ini mampu dikelola oleh perseorangan dan banyak ditemukan di Indonesia yang memiliki banyak sekali kekayaan alam. Tentunya, kekayaan ini dapat dimanfaatkan oleh setiap masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Sehingga, sejak tahun 1990 an seluruh dunia telah mengenal jenis perusahaan ini dengan munculnya berbagai jurnal yang mengangkat topik ini sebagai bahan untuk dianalisa.

Tentunya, tidak hanya memberikan keuntungan saja, setiap perusahaan memiliki risikonya masing-masing. Perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang yang memakai hasil bumi contohnya perusahaan pertambangan. Risiko terbesar dipegang oleh para pegawai lapangan dimana hasil tambang tersebut dikeruk dari perut bumi. Keuntungan terbesar dipegang oleh perusahaan atau investor.

Jenis Perusahaan Ekstraktif

Jadi, secara garis besar perusahaan ekstraktif adalah tempat dilakukannya industri dengan syarat mau mengikuti fase industri ekstraktif, yaitu eksplorasi, konstruksi, operasi, dan juga pasca-operasi. Dengan mengambil resiko serta manfaat ekonomi yang cukup terbilang sedikit, karena perusahaan hanya mencari sumber daya alam yang ingin dimanfaatkan olehnya.

Baca Juga: Agrobisnis: Pengertian dan 7 Peluang Usaha yang Mudah Dicoba

Tingkat keberhasilan dari perusahaan inipun belum pasti dan mungkin belum layak secara teknis dan finansial untuk bisa dilanjutkan pada langkah selanjutnya. Hal inilah yang menyebabkan banyak perusahaan tidak mau membagikan hasil keuntungan apapun pada negara, wilayah atau di daerah tempat eksplorasi dilakukan. Namun, jika nantinya ditemukan sumber daya alam yang dicari mungkin akan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih baik.

Tujuan Perusahaan Ekstraktif

Perusahaan Ekstraktif memiliki tujuan untuk dapat mengolah dan memanfaatkan kekayaan yang dimiliki Indonesia agar menjadi barang konsumsi atau jasa yang lebih bermanfaat. Tujuan lainnya adalah untuk membuka lapangan kerja, memperoleh keuntungan, dan menyediakan berbagai pilihan alternatif untuk bisa memenuhi keperluan manusia.

Sedangkan ciri-ciri dari perusahaan Ekstraktif adalah mengambil bahan langsung dari alam dan mencari keuntungan langsung dari alam. Adapun berbagai contoh industri yang memanfaatkan konsep perusahaan ekstraktif selain pertambangan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pertanian

Perusahaan pertanian masuk dalam perusahaan ekstraktif

Hasil pertanian bisa dikatakan sebagai tulang punggung utama penopang kehidupan bangsa Indonesia. Selain hasil alamnya yang digunakan sebagai sandang pangan dan papan, menjadi petani merupakan salah satu mata pencaharian warga Indonesia. Kekayaan alamĀ  Indonesia sangat mendukung dan memberi kemudahan akan dunia pertanian Indonesia. Atas berbagai kekayaannya, sektor ini diklaim sebagai jalan keluar dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Baca Juga: Ide Bisnis Pertanian Anak Muda yang Menguntungkan. Tertarik Mencoba?

2. Perkebunan

Perusahaan ekstraktif adalah setiap bentuk kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah ataupun media tumbuh lainnya pada suatu ekosistem yang sesuai yang juga disebut sebagai perkebunan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengolah dan memasarkan barang dan jasa tersebut sehingga dapat dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh khalayak umum.

Meski terkesan sederhana, kegiatan ini juga membutuhkan kecakapan IPTEK, modal dan strategi yang tepat. Dalam dunia perkebunan, tanaman yang ditanam adalah diluar dari makanan pokok manusia, melainkan tanaman yang memiliki ukuran yang besar dengan waktu penanaman yang relatif lebih lama, antara kurang dari satu tahun hingga tahunan.

3. Perhutanan dan Perikanan

Selanjutnya ada perhutanan yang mengelola, menggunakan dan juga melestarikan hutan demi kepentingan manusia. Disusul dengan perikanan yang merupakan kegiatan menangkap, membudidayakan, mengawetkan, memproses, menyimpan, menyalurkan, dan juga memasarkan produk ikan. Istilah ini didefinisikan langsung oleh Food and Agriculture Organization (FAO), yang di dalamnya mencakup berbagai hal yang dilakukan oleh pemancing rekreasi, para nelayan tradisional, dan juga penangkapan ikan secara komersial.

Perikanan

4. Peternakan

Aktivitas ini berfokus pada mengembangbiakan dan juga membudidayakan hewan ternak untuk bisa mendapatkan manfaat juga keuntungan. Tujuan dari adanya peternakan adalah demi mencari nilai keuntungan dan memanfaatkan hewan ternak dengan menerapkan berbagai prinsip manajemen pada berbagai faktor produksi yang sudah dikombinasikan secara lebih maksimal.

Baca Juga: Ragam Ide Bisnis di Desa yang Menguntungkan. Menarik Untuk Dicoba!

Perusahaan ekstraktif tentunya memberikan manfaat untuk bangsa Indonesia. Meski dalam prosesnya terkesan mengambil berbagai ornamen negara untuk kemudian diolah dan dikembangkan agar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Berbagai sektor diatas dapat dikembangkan dan di kolaborasikan. Seperti pertanian dan peternakan, dimana akan terjadi simbiosis mutualisme. Ketika kotoran dari peternakan dijadikan pupuk alami sebagai bahan yang sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman di perkebunan.


Agar bisnis Anda dikenal luas dengan cepat, bikin website sekarang dengan jasa pembuatan website dan dapatkan harga spesial khusus hari ini

Related posts

Waspada! Pengaruh Globalisasi Ekonomi untuk Bisnis

Primaditya Riesta

Pengertian Pasar Modern, Ciri, Serta Kelebihan dan Kekurangannya

7 Tips Jitu agar Bisnis Tidak Ditinggal Konsumen