Image default
Peluang usaha

Tips Membuka Bisnis Thrifting, Modal Kecil Untung Besar!

Peluang bisnis thrifting memang sedang naik daun. Harga yang murah dan disertai dengan kualitas yang ok tentu membuat banyak kalangan berburu barang thrifting. Selain itu, berbagai produk thrifting juga banyak yang berasal dari brandbrand ternama.

Tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk thrifting bisa menjadi salah peluang untuk Anda membuka usaha thrifting. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, Anda pun sudah semakin mudah untuk memasarkannya lewat sosial media.

Tentukan target market

Karena jenis produk thrifting cukup beragam, maka cobalah untuk menentukan salah satu jenis produk terlebih dahulu saat baru memulai usaha thrifting. Umumnya, setiap produk memiliki target pasarnya masing-masing. Jika Anda ingin menjual produk rumah tangga maka target yang disasar ialah para ibu rumah tangga. Sedangkan jika memilih produk fashion maka target pasar Anda ialah para remaja atau milenial.

Baca Juga: Tips & Trik Jualan Baju Online Zaman Now!

Oleh sebab itu, tentukanlah lebih dulu jenis produk yang akan dijual. Setelah itu, Anda pun bisa fokus untuk mengembangkan bisnis thrifting seperti membangun toko hingga membuat konten di sosial media.

Cari dan pilih supplier yang tepat

Bisnis thrifting
https://finance.detik.com/

Salah satu tips penting bagi para pemula bisnis thrifting ialah dengan menemukan supplier yang tepat. Beberapa lokasi populer untuk mencari barang bekas berkualitas ialah di wilayah Pasar Cimol Gedebage Bandung atau Pasar Senen Jakarta.

Saat mencari supplier, pastikan untuk memilih supplier yang memberikan harga yang relatif murah tapi tetap memberikan keuntungan lebih untuk Anda. Proses memilih supplier ini memang butuh waktu lama karena Anda perlu membandingkan harga, jumlah barang dan kualitas barang dari setiap supplier yang berbeda.

Menjaga kebersihan produk

Umumnya barang-barang thrifting dikirim dalam jumlah yang sangat banyak dari luar negeri. Untuk jenis pakaian sendiri biasanya akan dikirim dalam bentuk karung besar. Tentu pakaian yang ditumpuk dalam jumlah banyak pada satu karung besar akan membuat pakaian menjadi kusut, kebersihannya pun masih diragukan.

Oleh sebab itu, Anda perlu mencuci hingga menyetrika pakaian lebih dulu sebelum dipasarkan. Penting bagi para pemilik bisnis thrifting untuk menjaga kebersihan dan kerapihan produk. Hal ini juga menjadi penilaian tersendiri pula bagi para pembeli. Barang yang lebih bersih, rapi dan berkualitas tentu akan lebih dilirik banyak konsumen.

Lakukan foto produk

Foto produk thrifting
https://blog.mokapos.com/

Siapa bilang foto produk harus di sebuah studio yang keren. Anda bisa melakukan foto produk dari mana saja kok. Melakukan foto produk dari rumah pun bisa memberikan hasil foto yang keren. Yang terpenting ialah masalah peletakan barang, pencahayaan serta cara pengambilan gambarnya.

Selanjutnya, masukkanlah semua foto produk tersebut ke sosial media. Anda bisa memasarkannya lewat e-commerce atau marketplace populer saat ini.

Tentukan harga jual produk

Harga juga menjadi penentu berhasil atau tidaknya bisnis thrifting yang Anda jalankan. Pandai-pandailah menentukan harga jual kepada konsumen. Harga yang terlalu murah memang membuat produk Anda laku, akan tetapi bisa jadi Anda malah tak mendapatkan keuntungan sama sekali. Sebaliknya, jika dijual mahal, produk juga memiliki risiko tidak laku di pasaran.

Oleh sebab itu, hitunglah harga jual dengan menyesuaikan harga pasaran, kualitas produk serta biaya dan modal lainnya.

Baca Juga: 10 Peluang Bisnis Rumahan Omzet Besar yang Cocok untuk Millenial

Pasarkan produk

Berhubung era digital tengah berkembang pesat hari ini, maka tak ada salahnya untuk ikut terjun ke dalamnya. Anda bisa memasarkan produk lewat berbagai sosial media populer seperti Instagram, TikTok, Facebook atau lewat e-commerce ternama.

Memasarkan produk lewat berbagai media sosial berarti Anda wajib mengikuti perkembangan dan trend yang sedang berlangsung di setiap sosial media. Tak hanya itu saja, beda sosial media maka beda pula jenis konten yang harus Anda unggah. Umumnya, TikTok dan Instagram lebih fokus kepada konten video sedangkan Facebook lebih fokus pada unggahan foto produk.

Setelah membuat konten, pastikan untuk memberikan caption pada setiap konten yang akan diupload. Caption yang menarik juga menjadi daya tarik para followers. Jangan lupa juga untuk menyertakan nama brand, ukuran, bahan, harga hingga catatan tambahan jika produk memiliki kecatatan atau kekurangan.

Nah, demikianlah beberapa tips untuk memulai bisnis thrifting bagi para pemula. Semoga informasi dalam artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda yang sedang berencana membuka usaha thrifting. Selamat mencoba!


Agar bisnis Anda dikenal luas dengan cepat, bikin website sekarang dengan jasa pembuatan website dan dapatkan harga spesial khusus hari ini

Related posts

Pasti Laris! 12 Ide Bisnis Makanan Kekinian

Rumi Iskandar

Setelah Kue, 6 Artis Pemilik Usaha Minuman

Risma Mualifa

Ini Dia Pengertian, Cara Kerja, Keunggulan dan Kekurangan Bisnis Multilevel Marketing