Image default
Technology

Serupa Tapi Tak Sama, Ternyata Ini Beda Blog dan Website!

Kamu sering mendengar istilah blog dan website? Tapi bingung dengan beda blog dan website ini sebenarnya apa? Tenang kamu tidak sendirian kok. Banyak blogger pemula yang juga masih belum paham dengan perbedaan di antara kedua platform ini.

Meskipun terlihat sama, pada dasarnya blog dan website ini memiliki perbedaan yang cukup kontras. Penggunaannya pun disesuaikan dengan kebutuhan kamu sendiri. Untuk memahami lebih dalam lagi tentang seluk beluk blog dan website ini, silahkan membaca ulasan selengkapnya pada artikel berikut ini.

Pengertian Blog dan Website

Menurut kamus Merriam Webster, website merupakan sejumlah laman online yang terhubung dalam satu domain, biasanya website dikelola secara individu, perusahaan, institusi, organisasi ataupun pemerintah. Adapun pengertian dari blog menurut Hubspot ialah kependekan dari web log yang isinya berupa opini, pengalaman hingga aktivitas dari sang pemilik blog itu sendiri.

Baca Juga: Ketahui Dulu Strategy Digital Marketing Ini Sebelum Berbisnis Digital

Sederhananya, website dapat disebut sebagai situs web yang ada di dalam internet. Sebut saja www.google.com, www.facebook.com, dan berbagai situs website lainnya. Kemudian, blog sendiri merupakan salah satu tipe dari website ini. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai website pribadi.

Beda Blog dan Website

1. Konten

Beda Blog dan Website dari Konten

Dari segi konten, website dan blog memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari artikel-artikel yang ada di dalamnya. Pada umumnya, konten dari blog berisikan artikel, video ataupun podcast tentang tema yang disukai oleh pemilik blog. Kebanyakan isi di dalam sebuah blog juga merupakan cerita pengalaman pribadi dari pemilik blog. Oleh sebab itu, jika kamu baru ingin memulai sebuah blog cobalah untuk fokus pada satu tema yang paling kamu sukai. Tema tersebut bisa tentang travel, makanan ataupun teknologi.

Kemudian, konten dari website pada umumnya berisikan informasi tentang jenis-jenis produk dan juga layanan. Biasanya perusahaan membuat website sesuai dengan produk yang mereka pasarkan. Sebaliknya, sebuah organisasi atau instansi pemerintahan biasanya membuat website untuk memberikan informasi tentang lembaga mereka.

2. Update

Perbedaan blog dan website selanjutnya bisa kamu lihat dari segi update kontennya. Para blogger termasuk yang paling rajin dalam memperbaharui konten mereka. Biasanya mereka melakukan update konten secara berkala seperti setiap hari, dua hari sekali atau seminggu sekali. Semuanya tergantung jadwal rutin yang diatur oleh pemilik blog itu sendiri.

Bisa dibilang konten di dalam blog bersifar dinamis karena selalu diupdate dalam periode waktu tertentu. Blog yang jarang diupdate akan mempengaruhi traffic, oleh sebab itu penting bagi seorang blogger untuk terus melakukan update secara berkala.

Berbeda dengan blog, website pada umumnya memiliki konten yang berisikan informasi mengenai produk atau layanan dari perusahaan atau lembaga. Oleh sebab itu, waktu updatenya pun disesuaikan dengan informasi produk dan layanan yang mereka miliki. Maka tidak heran, jika konten website disebut statis karena waktu updatenya tidak dilakukan secara berkala.

3. Arah Komunikasi

Kemudian, dari segi arah komunikasi, blog lebih bersifat interaktif di mana para pembaca blog biasanya akan meniggalkan jejak komentar yang kemudian akan dibalas oleh sang pemilik blog. Berbeda dengan website yang pada umumnya tidak menyediakan kolom komentar. Meskipun saat ini terdapat beberapa website yang menyediakan kolom komentar, akan tetapi terkadang komentar tersebut tidak diberikan respon oleh pemilik website.

4. Subscribe

Adanya fitur subscribe

Pemilik blog juga biasanya menyediakan fitur subscribe pada blog mereka. Jika para pembaca menyukai konten-konten tersebut, maka mereka akan langsung menekan tombol subscribe tersebut agar bisa menerima notifikasi setiap ada konten yang baru di update.

Pada dasarnya, website juga telah menyediakan fitur subscribe ini. Namun, yang membedakannya ialah website mengirimkan newsletter pada email pembaca tentang produk atau layanan baru dari perusahaan mereka.

5. Gaya Bahasa

Jika melihat gaya bahasanya, blog memiliki gaya bahasa yang cukup beragam. Beberapa blogger lebih nyaman menuliskan konten dengan menggunakan bahasa informal. Biasanya blogger juga menggunakan kata ganti kedua dengan menggunakan kata kamu, loe, ataupun anda. Adapun gaya bahasa yang digunakan oleh website kebanyakan menggunakan bahasa formal agar terlihat lebih professional di kalangan para pembaca.

6. Pengelola

Pengelola dari blog lebih sering disebut dengan istilah blogger. Biasanya sebuah blog juga dikelola oleh beberapa orang penulis, para penulis ini juga disebut dengan blogger. Sedangkan website dikelola oleh tim ahli dari perusahaan penyedia layanan atau produk. Para pengelola website ini pada umumnya adalah designer, developer hingga copywriter.

Baca Juga: Digital Marketing adalah Strategi Kekinian untuk Kembangkan Bisnis, Inilah Manfaatnya

7. Pembagian Konten

Perbedaan lain yang bisa kamu temukan dari blog dan website ialah dari segi pembagian kontennya. Biasanya pembagian konten dari blog itu sendiri dibagi berdasarkan tag dan kategori. Sedangkan pada website biasanya dibagi berdasarkan kategori layanan atau produk di dalamnya. Sebut saja semua web hosting Indonesia yang di dalamnya akan memuat kategori domain murah, hosting, dan lain sebagainya.

8. Posisi di Mesin Pencari

Perbedaan blog dan website di mesin pencari

Mayoritas konten atau artikel di dalam blog selalu mendapatkan peringkat pertama mesin pencarian seperti Google. Hal tersebut dikarenakan blog memang mengandalkan traffic dari mesin pencari. Jika kamu adalah seorang blogger pemula, maka ada baiknya untuk mempelajari teknik-teknik SEO. SEO akan membantu halaman blog kamu untuk berada di halaman pertama mesin pencarian.

Sedangkan untuk website sendiri tidak terlalu mengandalkan posisi pertama di laman pencarian Google. Mereka sangat jarang melakukan optimasi SEO ini. Pada umumnya, website hanya mengandalkan traffic dari iklan saja.

10. Jenis Konversi

Jika membahas konversi, pada dasarnya blog hanya lebih mengandalkan jumlah pengunjung atau pembaca. Akan tetapi semenjak hadirnya publisher Google Adsense, banyak blogger yang juga tertarik untuk mendapatkan cuan dari blog ini. Dengan memanfaatkan fitur Google Adsense ini para blogger pun akan mendapatkan uang dari setiap jumlah klik iklan di dalam blognya.

Kemudian, jenis konversi yang diandalkan oleh website sendiri biasanya hanya berupa transaksi atau penjualan produk yang mereka tawarkan di dalam websitenya. Bisa dibilang keuntungan didapatkan berasal dari transaksi jual beli antara customer dan pemilik website.

11. Tujuan Pembuatan

Tujuan pembuatan blog dan website

Banyak blogger yang membuat konten di dalam blog hanya untuk kebutuhan personalnya. Mereka kebanyakan menuliskan cerita atau pengalaman sehari-hari mereka. Sedangkan untuk website sendiri memiliki tujuan yang bersifat lebih komersil. Sebut saja beberapa website toko online yang memasarkan berbagai jenis produk atau layanannya.

Baca Juga: Aplikasi Video Conference Terbaik Untuk Mendukung Kerja Dari Rumah Lebih Lancar

Penutup

Jika kamu adalah seorang pemula dalam platform ini maka lebih baik untuk menjadi seorang blogger terlebih dahulu. Kamu bisa menuliskan topik-topik yang kamu gemari di dalam blog kamu. Kamu juga bisa menulis tentang keseharian kamu dan menjadikannya sebagai konten. Namun, jika kamu memiliki bisnis atau sebuah lembaga formal maka cobalah menggunakan website agar terlihat lebih professional.

Nah, demikianlah informasi mengenai beda blog dan website pada artikel di atas, semoga dengan adanya informasi ini kamu bisa lebih paham lagi tentang apa itu blog dan juga website. Selamat mencoba!

Related posts

Digital Marketing adalah Strategi Kekinian untuk Kembangkan Bisnis, Inilah Manfaatnya

Risma Mualifa

Ketahui Dulu Strategy Digital Marketing Ini Sebelum Berbisnis Digital

Marsyaviani Darestuti

Aplikasi Video Conference Terbaik Untuk Mendukung Kerja Dari Rumah Lebih Lancar