Image default
Bisnis

Dilihat dari Beberapa Sisi, Ternyata Seperti Ini Beda Bisnis dan Usaha

Istilah usaha dan bisnis sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya bukan lagi istilah asing bagi hampir semua kalangan masyarakat. Pun hampir semua orang menganggap istilah bisnis dan usaha memiliki makna yang sama serta sering digunakan dengan saling menggantikan. Padahal pada kenyataannya, terdapat beda bisnis dan usaha yang bisa terlihat dari berbagai sisi. Maka diperlukan kejelian untuk mengenali perbedaan dari kedua istilah tersebut agar tidak salah dalam menggunakan.

Usaha dan bisnis tidak berbeda dalam hal yang terlalu jauh. Kedua istilah tersebut tetap saling berkaitan satu sama lain dalam definisinya. Usaha dapat diartikan sebagai kegiatan utama yang nantinya akan melahirkan bisnis. Usaha dijalankan oleh seorang pengusaha dengan fokus pada beberapa sektor. Kemudian dari usaha tersebut akan muncul bisnis yang mungkin tidak hanya satu dan pelakunya disebut pebisnis. Ketika bisnis semakin berkembang, maka kegiatan usaha yang harus dilakukan juga akan semakin banyak dan cakupannya akan lebih luas.

Baca Juga: Ini Dia Penjelasan Pentingnya Komunikasi Bisnis. Wajib Tau!

Jika ditarik kesimpulan sementara, tidak ada perbedaan signifikan antara bisnis dan usaha. Istilah-istilah tersebut mengacu pada proses dan aktivitas yang serupa. Sekalipun pelakunya disebut dengan nama yang berbeda yaitu pebisnis dan pengusaha, kenyataannya mereka menjalankan kegiatan yang saling berhubungan. Beda bisnis dan usaha dapat dilihat dari berbagai sisi yang melingkupinya seperti yang dijelaskan berikut ini.

1. Tingkat Kesulitan

Mendengar kata usaha, semua orang pasti setuju bahwa ada banyak kelebihan yang melekat pada istilah tersebut. Usaha dikatakan sebagai pekerjaan yang bisa dilakukan secara fleksibel. Pelakunya tidak terikat jam dan hari kerja serta bebas mengatur sendiri kapan ingin beristirahat dari kesibukan dan kapan ingin kembali ke aktivitas. Kelebihan lainnya dapat dirasakan dari segi pendapatan yang tidak ada batasnya. Menekuni usaha berpeluang besar meraup kekayaan lebh banyak dibanding gaji tetap dari sebuah pekerjaan. Dari kelebihan itu, tidak jarang orang yang rela melepas pekerjaan tetapnya di suatu tempat dan memulai usaha.

Dari uraian di atas, dapat diartikan bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki usaha sebab usaha tidak sulit untuk memulainya. Sementara jika berbicara tentang bisnis, beda lagi tingkat kesulitan yang akan ditemui. Bisnis dianggap lebih sulit dijalankan karena pelakunya harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memulai. Bisnis tidak bisa dimulai hanya dengan kemauan tapi juga menuntut pelakunya untuk memiliki ilmu yang cukup sebelum menjalankannya. Terlihat jelas beda usaha dan bisnis bahwa usaha lebih mudah dijalankan bagi siapapun, sementara bisnis hanya untuk orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih mendalam.

2. Modal untuk Memulai

Beda bisnis dan usaha dari sisi modal
Source: Razorpay.com

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa semua orang bisa memiliki usaha atas kemauannya sendiri. Salah satu alasan mudah memulai usaha adalah kebutuhan modal yang tidak terlalu besar. Misalnya saja seseorang yang ingin berjualan sayur keliling. Ia hanya perlu membawa sejumlah modal untuk berbelanja di pasar lalu membawa barang dagangannya keliling dan mendatangi calon pembeli. Ia akan mendapatkan untung dari selisih harga beli dan harga jual serta keuntungan itu bisa dirasakan di hari yang sama.

Sementara bisnis membutuhkan modal yang lebih banyak karena ada banyak hal yang perlu dimaksimalkan. Salah satunya adalah perlu adanya inovasi dalam berbisnis. Meskipun sama-sama berjualan sayur, pebisnis tidak bisa melakukannya dengan cara yang umum. Ia harus bisa membuat bisnisnya berbeda dengan kebanyakan penjual sayur pada umumnya. Wajar jika ia membutuhkan modal yang lebih banyak karena perlu menjadi berbeda. Misalnya dengan menyediakan layanan pesan antar bagi pembeli sayur melalui nomor kontak khusus. Beda bisnis dan usaha dari segi modal ini nantinya juga akan melahirkan perbedaan di sisi yang lain.

3. Cara Mengembangkannya

Siapa yang tidak ingin usaha yang dijalankannya meraih kesuksesan besar? Kesuksesan usaha biasanya ditandai dengan semakin meningkatnya penjualan yang berdampak pada bertambahnya omset dan keuntungan. Untuk mencapai hal tersebut, pelaku usaha biasanya akan melakukan berbagai cara. Salah satu cara yang paling umum adalah menambah modal, bisa dari modal pribadi maupun pinjaman. Tujuannya agar semakin banyak produk yang bisa dijadikan stok untuk memenuhi permintaan pembeli dan usaha akan semakin berkembang.

Di sisi lain, bisnis juga perlu upaya pengembangan. Namun menambah modal bukan satu-satunya cara untuk bisa membuat bisnis dapat bertahan dan semakin berkembang pesat. Menambah modal hanyalah salah satu cara mengembangkan bisnis di antara banyak strategi lain yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menghadirkan varian produk baru yang sesuai dengan tren. Bisa juga dengan melakukan promosi atau memasang iklan di platform yang belum pernah dicoba. Meskipun caranya berbeda, namun tujuannya tetap sama yaitu untuk mengembangkan bisnis. Beda bisnis dan usaha dari cara mengembangkannya akan berpengaruh terhadap cara berpikir pelakunya.

4. Tujuan yang Ingin Diwujudkan

Poin yang berikutnya ini merupakan penjelasan lebih lanjut dari perbedaan bisnis dan usaha dari segi cara mengembangkannya. Dengan cara mengembangkan yang demikian, usaha biasanya memiliki tujuan untuk meningkatkan penjualan. Pengusaha selalu berupaya agar produk atau jasa yang ditawarkannya semakin dikenal luas dan semakin banyak konsumen yang menjadi langganan royal. Dari situ, harapan selanjutnya adalah bertambahnya penghasilan dan keuntungan hingga menambah jumlah kekayaan.

Baca Juga: 7 Alasan Pentingnya Menerapkan Manajemen Bisnis dalam Menjalankan Usaha

Tujuan yang sama juga ada pada bisnis, yaitu meraup keuntungan untuk meningkatkan pendapatan pelakunya. Namun ada tujuan lain yang biasanya dimiliki pebisnis yaitu berkembangnya bisnis yang sedang dijalankannya itu. Maka bisa dilihat bahwa pebisnis selalu fokus untuk memperluas jaringan, misalnya dengan membuka cabang atau menggaet reseller dari berbagai daerah. Jadi semakin banyak cabang penjualan, semakin banyak pula keuntungan yang akan didapat. Beda bisnis dan usaha dari segi tujuan ini membuat masing-masing pelakunya berpikir dengan cara yang berbeda.

5. Tingkat Risiko

Tingkat risiko menjadi perbedaa bisnis dan usaha
Source: Cfo.com

Ketika membahas perbedaan antara bisnis dan usaha, jangan pernah lewatkan pembahasan mengenai tingkat risikonya. Karena baik usaha maupun bisnis sama-sama memiliki risiko, seperti adanya persaingan, tuntutan zaman serta ancaman kerugian. Bisa dikatakan usaha lebih minim risiko sebab ada beberapa alasan. Pertama, modalnya tidak terlalu besar serta jangkauannya tidak terlalu luas. Jadi ketika ada ancaman risiko, bahayanya tidak akan sampai benar-benar merugikan.

Pelaku bisnis harus lebih waspada terhadap risiko karena modal yang digunakan cukup besar. Selain itu, cakupan bisnis lebih luas sehingga jika ada dampak buruknya bisa membawa pengaruh yang besar. Kemudian soal pesaing, bisnis juga harus lebih berhati-hati karena kompetitor tidak selamanya selalu jadi motivasi. Kehadiran kompetitor bisa menjadi ancaman terlebih jika pelaku bisnis tidak cepat tanggap dalam merespon dan lambat dalam menghadirkan inovasi.

Beda bisnis dan usaha ternyata merupakan hal yang sangat penting untuk dibahas dan diketahui para pelakunya. Karena keduanya menuntut pemikiran, sikap serta strategi yang berbeda. Dari sejumlah perbedaan di atas, diharapkan bisa menjadi pertimbangan apakah ingin memulai usaha atau membangun bisnis. Semuanya tergantung pada kesiapan dan keberanian setiap pelakunya.

Related posts

8 Bisnis Anak Muda Paling Populer dengan Hasil Menjanjikan

Risma Mualifa

7 Cara Bisnis Online Ini Penting untuk Dimaksimalkan Agar Berhasil Meraup Untung Besar

Risma Mualifa

Ide Bisnis Pertanian Anak Muda yang Menguntungkan. Tertarik Mencoba?

Leave a Comment