Image default
Bisnis

5 Kelemahan yang Sering Dihadapi Usaha Kecil

Selain memiliki deretan kelebihan, ada beberapa kelemahan yang kerap dihadapi usaha kecil. Mulai dari anggaran, karyawan, hingga membangun marketing.

Setiap bisnis memiliki kekuatannya sendiri. Terbukti dari setiap rencana dan strategi yang secara konsisten dilakukan untuk membuat masyarakat terlibat, menarik bisnis baru, dan membuat pelanggan datang kembali.

Sayangnya, bersama kekuatan sering juga terdapat beberapa kelemahan yang harus dihadapi usaha kecil sehingga menghambat perkembangan bisnis itu sendiri. Bagi kamu yang belum tahu, kelemahan bisnis adalah area harus diperbaiki karena situasi membuat bisnis kamu rentan terhadap tekanan ekonomi, kekuatan pasar, atau pesaing agresif.

5 Kelemahan yang Dihadapi Usaha Kecil

Kelemahan yang Dihadapi Usaha Kecil
Sumber: Pexels

Singkatnya, kelemahan bisnis adalah hal-hal yang merugikan profitabilitas jangka panjang dan berkelanjutan. Nah, jika kamu salah satu pemilik usaha yang masih berskala kecil, ada baiknya mengenali beberapa kelemahan ini supaya bisa dengan segera melakukan evaluasi.

1. Kekurangan Anggaran

Tak sedikit usaha kecil yang sulit berkembang atau bahkan gulung tikar karena sering kekurangan anggaran. Ini biasanya terjadi jika kamu hanya berfokus pada penjualan dengan mengorbankan laba dan arus kas. 

Sementara sebagian besar perusahaan besar memiliki arus kas yang cukup untuk menggaji karyawan dan membayar semua tagihan, banyak pemilik usaha kecil seringkali berada dalam situasi yang kurang stabil. Jika satu klien besar gagal closing, bisnis kecil mungkin tidak dapat menutupi tagihannya.

Baca Juga: 8 Bisnis Anak Muda Paling Populer dengan Hasil Menjanjikan

Masih banyak yang cuma berfokus untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan atau meningkatkan pendapatan yang notabenenya tidak menjamin lebih banyak keuntungan. Apalagi jika kamu hanya menggunakan pendapatan pribadi tidak akan cukup untuk menopang bisnis kecil kamu.

Sebaliknya, kamu perlu merencanakan strategi untuk menumbuhkan penjualan yang menguntungkan, lalu hentikan penjualan yang tidak dapat menghasilkan uang. Tetapkan strategi penetapan harga yang mendukung laba, bukan hanya penjualan. 

Yang tak kalah penting, kelola pengeluaran bisnis kamu, terutama tenaga kerja, hingga tingkat penjualan. Bayarlah tagihan tepat waktu dan perpanjang kredit dengan bijak untuk memperbaiki arus kas bisnis kamu.

2. Kurangnya Diferensiasi 

Semua produk atau jasa menjadi seperti komoditas dari waktu ke waktu. Artinya semakin banyak barang atau jasa serupa yang bermunculan sehingga persaingan pun semakin ketat. Maka dari itulah, diferensiasi sangatlah diperlukan.

Sayangnya, masih banyak pelaku usaha kecil yang belum menyadari pentingnya diferensiasi, padahal, diferensiasi sebuah produk atau layanan sangat diperlukan agar produk kamu berbeda dan lebih menonjol dari kompetitor kamu. 

Jadi, sebaiknya mulai sekarang coba pikirkanlah upaya atau strategi apa yang kamu lakukan untuk membuat usaha kecil kamu lebih menonjol dan diperhatikan orang, sehingga mereka lebih memilih untuk membeli produk atau menggunakan layanan kamu.  

Diferensiasi untuk usaha kecil bisa kamu upayakan dalam berbagai bentuk, mulai dari yang berkaitan dengan kenyamanan, kualitas layanan, jam operasional, model bisnis, lokasi, strategi promosi, variasi produk, dan lain-lain. Kamu hanya perlu SATU! Dengan diferensiasi, bisnis kamu tidak perlu lagi bersaing hanya pada harga dan pemasaran kamu jadi jauh lebih menarik.

3. Tidak Ada Sistem dan Prosedur yang Terdokumentasi

Kelemahan selanjutnya yang sering dihadapi oleh usaha kecil adalah kurang memperhatikan dokumentasi sistem dan prosedur. Akibatnya, aktivitas penting termasuk pemasaran, penjualan, perekrutan, pengiriman layanan, penagihan, dan layanan pelanggan tidak terstruktur

Selain itu, operasional bisnis jadi sering tidak konsisten, tidak efisien, dan tidak efektif. Jadi, jika kamu merasa ini sedang terjadi di usaha kecil kamu, coba luangkan waktu untuk mendokumentasikan semua sistem dan prosedur yang ada. Ini juga memastikan harapan pelanggan terpenuhi secara konsisten sehingga mereka terus datang kembali.

4. Brand Awareness yang Lemah

Jika audiens tidak tahu mengenai bisnis kamu, bagaimana mereka akan membeli dari bisnis kamu? Banyak usaha kecil yang kesulitan untuk mendapatkan pelanggan lantaran brand awareness yang lemah. 

Padahal, brand awareness bisa sangat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis kamu serta membantu mereka mengaitkan brand kamu dengan produk dan layanan kamu. Alhasil, gabungan faktor-faktor tersebut membantu mendorong penjualan dan membangun basis pelanggan setia.

Ada banyak cara untuk menyebarkan brand awareness, mulai dari Public Relations, co-marketing, dan blogging.

5. Kesulitan Menemukan Karyawan yang Baik

Banyak usaha kecil yang memiliki turnover karyawan yang tinggi lantaran sulit menemukan karyawan yang baik dan loyal. Itu karena biasanya pemilik usaha kecil cenderung mempekerjakan karyawan untuk menangani banyak tugas sehingga karyawan yang dibutuhkan harus punya kepribadian pekerja keras dan serba bisa.

Baca Juga: Ini Dia Pengertian, Cara Kerja, Keunggulan dan Kekurangan Bisnis Multilevel Marketing

Nah, itulah beberapa kelemahan yang kerap dihadapi pemilik usaha kecil serta dapat menghambat perkembangan bisnis tersebut. Apakah bisnis kamu memiliki salah satunya? Jika iya, segera lakukan evaluasi dan susun strategi untuk memperbaikinya. 


Agar bisnis Anda dikenal luas dengan cepat, bikin website sekarang dengan jasa pembuatan website dan dapatkan harga spesial khusus hari ini

Related posts

7 Cara Mudah dan Sukses Untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis

Marsyaviani Darestuti

Anda Pebisnis? Pahami Konsep Dasar Manajemen Strategis!

Linda Arista

12 Peluang Bisnis Menjanjikan di 2021 untuk Semua Kalangan

Rostina Alimuddin