Accurate Online, Software Slip Gaji All in One
January 10, 2018
Jarang Dilirik, 6 Start Up yang Fokus Menggarap Bidang Pertanian
January 17, 2018

Sandang Titel Unicorn, Bukalapak akan Bangun ‘Pabrik’ R&D Di Bandung

Marketplace terbesar di Indonesia Bukalapak mengumumkan akan membangun pusat R&D di Bandung, Jawa Barat. Pembangunan ‘pabrik’ R&D oleh Bukalapak bertujuan untuk mengembangkan teknologi terkini, AI (Artificial Inteligence) dan Blockchain yang segera diimplementasikan pada platform milik Bukalapak.

Saat ini lokasi tepatnya memang belum diketahui. Pihak Bukalapak masih mencari-cari lahan yang memiliki luas mencapai 4 ribu hingga 5 ribu meter persegi. ‘Pabrik’ R&D itu rencana akan diisi oleh 200 developer lokal yang akan unjuk gigi untuk mengembangkan model teknologi baru yang dapat disisipkan pada platform Bukalapak.

Rencana pembangunan pusat R&D tersebut dilaksanakan setelah Bukalapak mendapatkan titel unicorn. Titel unicorn didapatkan setelah Bukalapak mendapatkan kucuran dana investasi mencapai angka 1 miliar dolar (Sekitar 14,5 triliun). Sesuai dengan syarat sebuah Start Up mendapatkan status unicorn itu sendiri.

Gelar unicorn menjadikan Bukalapak sebagai start up ke-4 di Indonesia yang mendapatkan gelar unicorn. Menyusul empat start up lainnya Gojek, Traveloka, dan Tokopedia. Meskipun gelar tersebut belum di resmikan, tetapi sang CEO Ahmad Zaky mengungkapan titel terbaru Bukalapak saat konferensi pers ke 8 Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/01).

“Kalau ditanya sudah Unicorn atau belum, alhamdulillah sudah,” ungkap Zaky seperti yang dikutip dari CNNIndonesia. “Kami memang belum mengeluarkan pernyataan resmi, tapi kami memang sudah unicorn,” tegas Zaky.

Banyak pihak yang bertanya-tanya mengenai siapa yang mengucurkan dana segar kepada salah satu marketplace terbesar di Indonesia tersebut. Namun, pihak Bukalapak belum mau membeberkan siapa investor yang memberikan dana segar tersebut. Sesuai dengan permintaan dari si investor yang belum mau di publish ke publik.

Memilih Bandung Sebagai Lokasi ‘Pabrik’ R&D

Niat Bukalapak ingin membangun pusat R&D dalam rangka mengembangkan talenta lokal patut diacungi jempol. Banyak pertanyaan yang muncul mengapa Bukalapak memilih kota Kembang sebagai lokasi sebagai pusat R&D mereka, padahal kantor pusat Bukalapak berada di Jakarta.

Bukalapak Sandang Unicorn

Zaky mengungkapkan, para pendiri Bukalapak memiliki ikatan batin dengan kota Bandung. Terlebih para pendiri Bukalapak merupakan alumnus universitas di Bandung. Seperti halnya Zaky yang berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain itu, dipilihnya kota Bandung dikarenakan Bandung memiliki banyak universitas yang fokus studinya mengenai teknologi, mengalahkan jumlah di Jakarta. Seperti ITB, Itenas (Institut Teknologi Nasional), Telkom, Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), Poltek Bandung, dan Unpad. Tentunya akan sangat mudah untuk mendapatkan engineer yang berkualitas.

Pembangunan akan segera dilaksanakan pada tahun ini. Pabrik R&D tersebut akan di fokuskan untuk mengembangkan teknologi baru seperti AI, blockchain, drone delivery, augmented reality (AR), dan Internet of things (Iot). Serta menjadikan Bukalapak sebagai marketplace pertama yang akan mengadopsi teknologi tersebut.

Sebenarnya, Bukalapak sudah memiliki pusat R&D di Bandung yang berisi 20 developer yang fokus pada pengembangan hardware dan software. Pengembangan pusat R&D ini pun akan bekerjasama dengan Pemkot Bandung yang sudah memiliki program Smart city.

Menurut Zaky, status unicorn bukan menjadi tujuan akhirnya. Masih ada mimpi besar lainnya yang ingin diraih Bukalapak. “Kami punya misi jangka panjang, yaitu memberikan kontribusi lebih untuk masyarakat dan bangsa ini. Sejak pertama berdiri, misi kami bukan hanya untuk menjadi perusahaan biasa, tapi benar-benar memberikan dampak yang besar dan baik,” terang Zaky seperti dikutip dari Liputan6.

Raih 35 Pengguna Unik di 2017

Selain mengumumkan mengenai pembangunan R&D di Bandung, Zaky juga membeberkan hasil yang sudah dicapai Bukalapak selama 2017. Bukalapak mengungkapkan kemajuan lini bisnis mereka. Sekarang jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergabung di Bukalapak ada sekitar 2,2 juta.

Jumlah transaksi pada 2017 pun naik tiga hingga empat kali lipat, dengan jumlah transaksi mencapai 320 ribu. Serta pertambahan pengguna baru atau pengguna unik mencapai 35 juta. Angka tersebut menggambarkan bahwa sekitar 30 persen masyarakat Indonesia pernah mengakses Bukalapak.

Menyambut tahun 2018, Bukalapak pun akan fokus pada konsumen dan UKM. Mereka tidak mau memikirkan kompetisi. Usia ke 8 Bukalapak tidak menjadikan mereka berbangga diri, Sebab Bukalapak ingin fokus menjadi aset bagi Indonesia.

“Kami ingin menjadi aset bagi bangsa dan negara, dengan pemberi kerja, pembayar pajak terbesar di Indonesia. Dan kami akan membawa balik talenta lokal yang berada di luar negeri, dan membangun teknologi tercanggih.” Tegas Zaky.

Gelar Unicorn Start Up Di Indonesia

Unicorn adalah gelar yang cukup dinanti oleh setiap Start Up di dunia. Indonesia sudah memiliki sekitar 2000 start up lokal. Sebagian besar Start Up di Indonesia masih fokus di bidang e-commerce, marketplace, dan Fintech.

Jumlah Start Up di Indonesia menjadi angka yang terbesar di Asia Tenggara. Di 2017, jumlah Start Up baru yang muncul di kuartal kedua 2017 menurun hingga 23% dibandingkan dengan tahun 2016. Tetapi tren Start Up terus menguat seiring dengan nilai investasi yang mengalir cukup besar di Indonesia.

Meskipun secara jumlah Start Up di Indonesia sangat besar. Namun Start Up yang memiliki titel unicorn baru 4 Start Up. Angka tersebut jauh berbeda dengan jumlah Start Up yang ada di Indonesia, secara presentasi kurang dari 1 % Start Up di Indonesia yang telah mendapatkan gelar unicorn. Para founder harus bisa meningkatkan kapabilitas Start Up yang ia bangun, agar bisa mendapatkan gelar unicorn tersebut.

Accurate Cloud Sebagai cara kekinian simpen database keuangan bisnis

Iskandar Rumi
Iskandar Rumi
Mantan wartawan yang hijrah menjadi SEO writer & content writer