5 Trik Agar Usaha Musiman Tetap Lancar
August 14, 2018
Pengen Bisnis Kos-Kosan Tanpa Modal? Ini 3 Caranya
August 16, 2018

Mudahnya Membuat Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM

Ketika berbicara mengenai dunia usaha, khususnya perusahaan berskala besar, tentu tak lepas dari yang namanya Laporan Keuangan. Dimana Laporan Keuangan yang rapi dan akurat tersebut akan digunakan untuk melihat bagaimana kinerja perusahaan mulai dari Laba Rugi, Posisi Keuangan, hingga catatan-catatan atas Laporan Keuangan. Dan tentunya informasi tersebut tak hanya digunakan untuk pimpinan perusahaan saja, tetapi juga untuk para investornya.

Lalu bagaimana jika Anda adalah pemilik Usaha Kecil dan Menengah ? Yups, tentu saja Anda juga akan memerlukan Laporan Keuangan sebagai sumber informasi untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi persaingan usaha. So, jika Anda ingin usaha yang Anda kelola terus berkembang dan memiliki arah yang jelas hingga menjadi perusahaan berskala besar, Anda bisa memulainya dengan menyusun Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM. Yang mana, laporannya disusun sesederhana mungkin agar lebih simple tapi tetap informative.

Membahas Laporan Keuangan Sederhana  untuk UKM, nyatanya juga tak lepas dari ilmu Akuntansi loh, khususnya pemahaman tentang Siklus Akuntansi yang memuat beberapa aktivitas, yaitu Pencatatan, Penggolongan, Pengikhtisaran, dan Laporan Keuangan. Nah, itulah proses penyusunannya. Tapi, jika Anda masih kesulitan karena Siklus Akuntansi terlalu panjang, Anda bisa menggunakan cara simple di bawah ini dalam penyusunan Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM Anda.

1. Pembagian Jenis Buku sesuai Transaksi

Dalam proses ini, Anda perlu membagi pencatatan transaksi sesuai jenisnya. Kemudian siapkanlah satu buah buku untuk mencatat transaksi secara keseluruhan yang sifatnya seperti buku Jurnal. Setelah itu, Anda perlu menyiapkan beberapa buku lagi yang masing-masing diberi nama Buku Kas, Buku Persediaan Barang, Buku Pembelian Barang, Buku Penjualan, Buku Beban atau Biaya, Buku Piutang, dan Buku Utang.

2. Pencatatan Sesuai Nama Buku

Setelah menyiapkan buku sesuai dengan namanya, setiap transaksi yang terjadi, Anda harus mencatatnya secara terpisah di masing-masing buku tersebut. Hal ini sama seperti proses posting dari Jurnal ke Buku Besar dalam Siklus Akuntansi.

3. Mengakumulasi masing-masing Buku Catatan

Jika sudah di akhir periode, Anda bisa mengakumulasikan total transaksi yang ada di setiap bukunya. Dengan begitu, Anda dapat menghitung Pendapatan usaha Anda dengan menggunakan rumus berikut :

  • Harga Pokok    = Saldo Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
  • Laba Kotor       = Penjualan – Harga pokok pembelian
  • Laba Bersih      = Laba Kotor – Biaya

Nah, jika kedua point di atas sudah Anda jalankan, selanjutnya Anda bisa menyusun Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM yang terdiri dari beberapa jenis. Perhatikan point-point berikut :

Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi merupakan laporan yang berisi Pendapatan, Beban atau Biaya, serta Laba atau Ruginya suatu usaha. Sehingga fungsinya sangat penting untuk mengambil kebijakan dalam persaingan usaha. Proses penyusunannya cukup mudah, Anda hanya perlu menuangkan informasi dari buku catatan Anda sebelumnya, yaitu memindahkan saldo Pendapatan serta Beban atau Biaya. Adapun rumus untuk menghitung Laba Rugi yaitu Pendapatan dikurangi Beban atau Biaya.

Laporan Perubahan Modal atau Ekuitas

Dalam Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM, jenis laporan ini hanya menyajikan informasi Modal usaha. Yaitu Modal yang belum mengalami perubahan, hingga mengalami perubahan karena pengaruh Laba atau Rugi dari Laporan Laba Rugi. Penyusunannya sangatlah mudah, yaitu hanya menuliskan jumlah Modal awal serta jumlah Laba Rugi yang dihasilkan dari Laporan Laba Rugi.

Neraca

Neraca merupakan sebuah laporan yang menyajikan posisi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu.

Pada Laporan Neraca, ada tiga unsur yang masuk kedalamnya, yaitu Harta, Utang, dan Modal. Harta adalah seluruh kekayaan yang dimiliki UKM Anda, bisa terdiri dari Harta Lancar, Harta Tetap, maupun Harta Tidak Tetap. Kewajiban meliputi Utang Lancar dan Utang Jangka Panjang. Sedangkan Modal merupakan selisih keduanya, yaitu Harta setelah dikurangi dengan Utang.

Proses penyusunannya juga terbilang mudah, Anda hanya perlu memindahkan saldo-saldo yang ada pada buku catatan transaksi. Hanya saja bentuk laporan ini dibuat seperti Neraca, sehingga harus balance sesuai prinsipnya. Supaya lebih mudah, Anda bisa membuat garis di tengah, kemudian memindahkan saldo Harta pada kolom sebelah kiri, dan posisi Utang dan Modal sebelah kanan. Ohya, jumlah Modal yang tertulis di Neraca yaitu Modal yang tertera pada Laporan Perubahan Modal ya! Atau Modal yang sudah mengalami perubahan.

Laporan Arus Kas

Dalam menyusun Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM, Anda juga perlu membuat Laporan Arus Kas. Sebab, laporan ini memuat semua informasi mengenai Kas masuk dan keluar dalam periode tertentu.

Cara menyusunnya juga tidak sulit, Anda hanya perlu memindahkan transaksi-transaksi yang berhubungan dengan Kas masuk serta Kas keluar saja.

Nah selesai deh! Itulah sekilas tentang Laporan Keuangan Sederhana untuk UKM. Tidak terlalu sulit kan ? Hanya perlu pemahaman mengenai pencatatan Akuntansi saja, kemudian Anda bisa langsung mempraktekkannya dalam menjalankan usaha Anda. Tapi, lakukanlah pencatatan dengan teliti ya! Agar menghasilkan informasi yang tepat dan akurat.

Walaupun sebenarnya di era modern yang seperti ini, Anda bisa lebih mudah dengan menggunakan Software pembukuan seperti Accurate Online yang dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan usaha Anda. Apa lagi Accurate Online sudah memiliki fitur yang user friendly dan mudah digunakan dengan panduan dari manual book yang bisa Anda akses kapan saja dan dimana saja di website ultimasolusindo.com.

Mulai dari proses pencatatan hingga menghasilkan laporan keuangan, bahkan laporan pajak pun bisa Anda buat di Accurate Online. Setelah itu Anda bisa mengintegrasikan Accurate Online dengan e-faktur yang terdapat pada situs pajak.go.id. Anda bisa langsung tarik data dari Accurate Online kapanpun dan dimanapun. So, selain efisiensi waktu, juga sangat praktis dan memudahkan bukan ? Jadi, pilih mana ? Lambat tapi belum tentu akurat, atau Cepat, Tepat, dan Akurat ? Coba langsung Trial Gratis 30 Hari dibawah ini. Pikirkan baik-baik ya!