Bagaimana Accurate Online Dapat Membantu Operasional Perusahaan
December 18, 2017
6 Fakta Mengenai Madhang.id, Marketplace Masakan Rumahan Buatan Kaesang
December 19, 2017

Berusia Dibawah 50 Tahun! 3 Sosok Pengusaha Muda Indonesia yang Bisnisnya Cemerlang di 2017

Baru-baru ini Majalah Forbes mengeluarkan daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Namun tidak hanya itu, majalah Forbes juga mengeluarkan daftar pengusaha yang paling bersinar, dengan bisnisnya yang semakin disukai oleh masyarakat dan akan masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia, karena bisnis yang dijalankannya akan terus tumbuh.

Anda pasti penasaran siapa sajakah para pengusaha yang paling bersinar di Indonesia di tahun 2017. Penasaran? Berikut tiga daftar pengusaha tersebut, dua merupakan pengusaha bidang teknologi dan satu lagi merupakan pengusaha retail perhiasan.

Nadiem Makarim

Nadiem Makarim, Pengusaha muda Indonesia yang memiliki bisnis cemerlang

Siapa yang tak mengenal sosok yang satu ini? Nama Nadiem Makarim bersinar berkat bisnis transportasi online yang dibangunnya sejak 2010, Gojek. Gojek merupakan perusahaan pelopor transportasi online di Indonesia yang terus tumbuh sejak beberapa tahun kebelakangan.

Berkembang pesatnya Gojek tak terlepas dari Co-Founder, Nadiem Makarim. Pria kelahiran Singapura 4 Juli 1984 merupakan lulusan dari Brown University Amerika jurusan International Relations, dan menyelesaikan pendidikan masternya di Harvard Bussiness School. Ilmunya yang diperoleh selama di luar negeri akhirnya diterapkan oleh Nadiem untuk membangun Start Up, meskipun sebelumnya Nadiem sudah bekerja di perusahaan e-Commerce.

Nama Gojek semakin terkenal ketika Nadiem membuatkan aplikasi smartphone untuk pemesanan ojek secara online pada 2015. Saat itulah Gojek semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia yang kini sudah tersebar di kota-kota besar Indonesia.

Bersinarnya Gojek, mendorong pendirinya pun naik daun. Bahkan Nadiem Makarim digadang-gadang bakal masuk jajaran 50 besar orang terkaya di Indonesia di 2018. Pada Mei 2017, Gojek mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 16 triliun yang diperoleh dari perusahaan teknologi negara Tirai Bambu, China, Tencent. Dana segar tersebut mendorong Gojek memiliki valuasi sebesar US$ 3 miliar (Rp39,98 triliun).

Tentunya dengan nilai valuasi sebesar itu, tak mungkin tidak meningkatkan kekayaan Co Founder Gojek, Nadiem Makarim. Mungkin ke depannya, seiring terus berkembangnya Gojek, Nadiem akan masuk dalam jajaran 50 besar orang terkaya di Indonesia.

Bahkan menjelang akhir tahun 2017, Gojek mengejutkan publik Indonesia dengan mengakuisisi tiga fintech terkenal yaitu Midtrans, Kartuku, dan Mapan yang masuk ke dalam jajaran Gojek Grup. Menurut Nadiem, “kolaborasi antara tiga perusahaan fintech dengan Gojek ini mendorong percepatan inklusi finansial untuk jutaan orang Indonesia serta meningkatkan produktivitas ekonomi di seluruh negeri.” Seperti dikutip dari Dailysocial.id.

Tentunya akuisisi ketiga perusahaan fintech tersebut akan meningkatkan nilai perusahaan Gojek dan akan menaikan sumber penghasilan bagi Nadiem Makarim. Jadi tak salah, jika Majalah Forbes mencap Nadiem akan masuk ke dalam jajaran orang terkaya di Indonesia.

Hengky Setiawan

Hengky Setiawan, Pemilik PT Tiphone Mobile masuk sebagai jajaran pengusaha muda Indonesia yang cemerlang

Nama Hengky Setiawan mungkin tidak begitu tenar seperti nama Nadiem Makarim. Namun majalah Forbes telah menjadikannya salah satu pengusaha di Indonesia yang memiliki peluang untuk masuk ke jajaran orang terkaya di Indonesia, karena pertumbuhan bisnisnya yang cukup berkembang.

Siapa Hengky Setiawan? Hengky Setiawan adalah pemilik PT Tiphone Mobile Indonesia, salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Tiphone lebih dikenal sebagai satu merk ponsel di Indonesia. Tetapi, saat ini PT Tiphone lebih dikenal sebagai distributor smartphone merek terkenal seperti Samsung, LG, HTC, Blackberry, dan Apple.

Selain menjadi distributor, PT Tiphone juga menjadi perusahaan yang bergerak di bidang penjualan kartu perdana prabayar, dan voucher isi ulang. PT Tiphone bekerjasama dengan Telkomsel dan XL dalam penyediaan layanan penjualan kartu perdana dan pulsa isi ulang.

PT Tiphone Indonesia sekarang memiliki sekitar 450 outlet dengan pendapatan mencapai US$ 2 miliar. Hengky memiliki 50% saham di PT Tiphone Indonesia dengan nilai US$ 280 juta, sebab pada tahun 2014 PT Tiphone diakuisisi oleh anak perusahaan Telkom Group, yakni PT PINS Indonesia.

Nama Hengky Setiawan sempat tenar di kalangan ekonom, sebab ia berani turun gunung untuk menjadi brand ambassador bagi produknya sendiri, yakni ponsel Tiphone. Cara Hengky ini dianggap beberapa kalangan sebagai cara yang out of the box.

Mengapa Hengky berani turun gunung? Awalnya Hengky dan perusahaannya ingin memakai jasa artis terkenal di Indonesia. Namun, hal itu diurungkannya sebab harga yang ditawarkan oleh sang artis cukup tinggi, padahal budget yang dimiliki PT Tiphone untuk brand ambassador sangat terbatas.

Oleh sebab itu, Hengky akhirnya memilih dirinya sendiri yang menjadi brand ambassador produknya. Cara Hengky ini sebenarnya merupakan ciri khas dari seorang Hengky yang sudah pernah jatuh bangun dalam membangun bisnis telekomunikasi selama 30 tahun. Bahkan Hengky telah menulis sebuah biografi sebagai cara membagi ilmu bisnis kepada para pengusaha pemula di Indonesia. Dengan kekayaan dan prospek bisnis yang dimilikinya, wajar saja Hengky Setiawan digadang-gadang sebagai calon orang terkaya di Indonesia.

Stefanus Lo

Stefanus Lo, Salah satu pengusaha muda Indonesia yang akan masuk jajaran ornag terkaya RI

Nama ketiga ini memang tak banyak yang mengetahuinya. Tetapi bagi masyarakat kelas menengah atas Indonesia mengenal retail-retail milik Stefanus Lo. Stefanus merupakan seorang pengusaha retail perhiasan. Selama dua dekade, Stefanus membangun kerajaan retail perhiasan yang berada dibawah naungan PT Central Mega Kencana.

Hingga saat ini retail yang dimiliki oleh Stefanus sekitar 53 retail yang tersebar di seluruh Indonesia. Retail yang berada dibawah PT Central Mega Kencana yakni Frank & Co, Miss Mondial, dan The Palace. Bahkan retail milik Stefanus ini digadang-gadang sebagai retail terbesar yang terdapat di Asia tenggara.

Menurut majalah Forbes, dari 53 store retail yang dimilikinya, menyumbang angka US$ 148 di tahun 2016 untuk PT Central Mega Kencana. Diperkirakan kekayaan Stefanus saat ini mencapai US$ 200 juta. Meskipun pada awalnya, Stefanus hanya meneruskan bisnis perhiasan yang dimiliki oleh ayahnya. Ayahnya dahulu memiliki toko perhiasan kecil yang berada di bilangan Senen, Jakarta Pusat.

Saat mendirikan PT  Central Mega Kencana, Stefanus menjalankan bisnis perhiasan secara grosir ke toko-toko perhiasan, dan juga ia mengekspor produknya ke Timur Tengah dan Asia Timur. Pada tahun 1997, ekspor perhiasan ke wilayah itu menurun yang disebabkan oleh krisis keuangan. Namun, meskipun ekspor menurun, tetapi bisnis perhiasan retail milik Stefanus semakin berkembang.

Itulah tiga pengusaha Indonesia yang dianggap cukup bersinar di tahun 2017. Apa lagi bisnis yang mereka jalankan cukup berkembang, dan usia ketiga pebisnis tersebut masih cukup muda. Berbeda dengan para jajaran orang terkaya di Indonesia, yang memiliki rentang umur di atas 50 tahun. Mungkin di 2018 ketiga nama tersebut akan bertenger dijajaran 50 orang terkaya di RI dengan usia dibawah 50 tahun.

Aprroval laporan keuangan

Aprroval laporan keuangan Lebih Mudah

 

Iskandar Rumi
Iskandar Rumi
Mantan wartawan yang hijrah menjadi SEO writer & content writer